Pendapatan Laba Bersih Meningkat, Adisatrya Suryo Apresiasi Kinerja PTPN

    Pendapatan Laba Bersih Meningkat, Adisatrya Suryo Apresiasi Kinerja PTPN
    Anggota Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto

    JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto mengapresiasi kinerja (performance) PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN yang bisa meningkatkan pendapatan laba bersih, walaupun memang sebenarnya didukung dengan harga komoditas yang sedang cukup baik. Menurutnya, ke depan PTPN juga harus  merealisasikan gagasannya dengan merestrukturisasi model bisnis berdasarkan kategori tanaman dengan membuat subholding.

    "Kita apresiasilah secara umum performance dari PTPN dengan mencatatkan laba bersihnya dan akan membuat subholding sesuai jenis tanaman-tanaman agar lebih fokus, di antaranya tanaman karet dan sawit dijadikan satu, lalu ada gula dan lainnya. Kita harapkan dengan adanya subholding ini ke depan manajemen bisa lebih fokus menangani tipe-tipe tanaman, sehingga produktifitas bisa meningkat dan tentunya petani bisa diuntungkan, ” ujar Adisatrya saat memimpin Tim Kunspek Komisi VI DPR RI memantau progress implementasi Holding BUMN Gula di Kantor PTPN IX, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/6/2022).

    SIBERIA.CO.ID
    market.biz.id SIBERIA.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Politisi PDI-Perjuangan ini menjelaskan, dalam transformasi struktur sugar company ini, nantinya PTPN akan bermitra dengan sejumlah investor yang porsinya cukup besar sekitar 49 persen dan saham mayoritas 51 persen tetap dipegang PTPN. Dikarenakan proses transformasi ini membutuhkan pendanaan yang tinggi dan teknologi yang belum dimiliki oleh PTPN.

    “Ini perlu kita perhatikan, karena kalau kita bicara pabrik itu kan sebenarnya tergantung dari kesiapan dana saja, tapi yang penting adalah dengan membuat pabrik modern dengan tingkat produktifitas dan efisiensi yang sangat tinggi, sehingga hasil produksinya juga cepat dan baik. Selain itu, transformasi kebunnya juga jangan ketinggalan, karena percuma punya pabrik modern tetapi kebunnya tidak modern, ” terang Adisatrya.

    Menurut Adisatrya, perkebunan yang modern menjadi suatu keniscayaan, terlihat dari produktifitas per hektarnya yang dihasilkan menurun terus. Ini yang harus selaras antara pabrik dan perkebunannya menjadi modern. "Kalau dari perencanaanya memang pasti sudah baik, makannya saya tekankan terkait Key Performance Indicator (KPI)-nya seperti apa? Apa yang ingin dicapai, bagaimana proses eksekusi dan implementasinya dari program-program tadi. Di situlah harus kita sama-sama jaga supaya sesuai jalannya, jangan melenceng dari roadmap yang sudah ditetapkan, ” pungkas Adisatrya.

    Selain itu, lanjut legislator dapil Jateng VIII ini, Dirut PTPN III juga mengusulkan tambahan kuota impor gula sampai nantinya program transformasi industri gula bisa menghasilkan swasembada. "Untuk soal ini nanti kita akan lihat dan bahas bersama di Komisi VI, tentu kita menginginkan kebutuhan gula nasional ini bisa terpenuhi tanpa impor. Tapi dengan kondisi produksi sekarang yang belum bisa memenuhi kebutuhan nasional, untuk menuju swasembada akan banyak memakan waktu untuk bisa menuju ke sana, ” terangnya. (jk/sf)

    RI1.CO.ID
    market.biz.id RI1.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Adisatrya Suryo Sulisto PDIP KOMISI VI DPR RI
    Wirausaha

    Wirausaha

    Artikel Sebelumnya

    Gubernur AAU Ikuti Ziarah Dalam Rangka Hari...

    Artikel Berikutnya

    Sufmi Dasco: Masalah Emisi Karbon Perlu...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Suferi

    Suferi verified

    Postingan Bulan ini: 8

    Postingan Tahun ini: 42

    Registered: May 4, 2021

    Suhendi

    Suhendi verified

    Postingan Bulan ini: 1

    Postingan Tahun ini: 11

    Registered: Apr 25, 2022

    Soberi

    Soberi verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 101

    Registered: Dec 8, 2021

    MUH NURCHOLIS

    MUH NURCHOLIS verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 53

    Registered: Oct 13, 2021

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    UB Lakukan Kajian Risiko Bencana di Kepulauan Anambas
    Mahasiswa Teknik Lingkungan Pengabdian Masyarakat di Dusun Brau
    Hadirkan TGB, ITS Ajarkan Maba tentang Moderasi Beragama 
    KKN-T DM Bantu UD Kopi Ledug Buat Sistem Manajemen Mutu Perusahaan

    Rekomendasi

    Kembangkan Potensi Desa, ITS Garap Teaching Industry Desa di Mojokerto
    Mengenal Pupuk Dasar Menanam Cabai Rawit
    Langkah Strategis Dalam Mengembangkan Kampus Kewirausahaan
    Ingin Tau Sejarah AAU ?, Museum Karbol  Dibuka Untuk Umum 
    Kapolri Hadiri Khotmil Qur'an dari Polri untuk Negeri di Ponpes Lirboyo Kediri

    Ikuti Kami