Nevi Zuairina Minta Penggunaan Aplikasi MyPertamina Dikaji Ulang

    Nevi Zuairina Minta Penggunaan Aplikasi MyPertamina Dikaji Ulang
    Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina

    JAKARTA - Pemerintah telah menggelar uji coba pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, menggunakan aplikasi MyPertamina mulai Juli 2022. Kebijakan ini untuk mengatur pembelian BBM subsidi untuk meringankan beban keuangan negara yang semakin berat.   

    Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina menilai aplikasi My Pertamina untuk membeli pertalite dan solar tidak akan efektif. Malah justru semakin menyulitkan rakyat. Kebijakan ini menurutnya berpotensi menjadikan rakyat di daerah, tidak memperoleh subsidi lantaran tidak bisa menggunakan MyPertamina, karena kesulitan akses internet dan kendala kepemilikan gadget.   

    “Ini belum termasuk persoalan kepemilikan kendaraan, dimana banyak kendaraan tidak sesuai dengan pemiliknya. Nama pemilik kendaraan pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), berbeda dengan yang tertera dalam surat dan KTP, " ujar Nevi, Kamis (4/8/2022).   

    Jadi, menurut Nevi, bila pendaftaran di Aplikasi My Pertamina menyertakan identitas KTP, STNK, BPKB, foto kendaraan dan lain-lain, ini akan menimbulkan polemik data baru, akan makin sengkarut. Selain itu, Nevi menambahkan bahwa tidak semua SPBU memiliki akses internet yang dibutuhkan aplikasi MyPertamina.   

    RILISNASIONAL
    market.biz.id RILISNASIONAL
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    "Bagaimana dengan SPBU di daerah, di pelosok, dan di perbatasan. Bila calon pembeli BBM gagal akses, atau SPBU tak tersedia jaringan internet,   sehingga gagal membeli BBM, ini dapat menimbulkan konflik masyarakat. Ancaman terhadap keamanan, " lanjut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.   

    Untuk itu, legislator daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat II tersebut menilai harus ada sosialisasi yang massif terkait siapa-siapa saja yang berhak akan BBM bersubsidi. Jangan sampai akibat tidak mendapatkan kecukupan informasi, memunculkan potensi konflik di tengah masyarakat.   

    Jika mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM, kendaraan yang dilarang memakai BBM bersubsidi adalah truk untuk mengangkut hasil perkebunan, dan kehutanan. Selain itu, pemilik kendaraan bermotor berpleat merah, mobil tangki BBM, truk gandeng, serta truk molen.   Namun aturan ini belum secara jelas membedakan kendaraan roda empat yang berhak menerima BBM bersubsidi.

    "Harusnya diklasifikasi dulu kendaraan mana yang boleh memakai BBM bersubsidi, dan ini harus tersosialisasi dengan baik, " tutup Nevi. (bia/sf)

    KAMPAI.CO.ID
    market.biz.id KAMPAI.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    nevi zuairina pks komisi vi dpr ri
    Wirausaha

    Wirausaha

    Artikel Sebelumnya

    Tewasnya Brigadir Yoshua, Kapolri Periksa...

    Artikel Berikutnya

    Rachmat Gobel Minta Pemerintah Segera Tanggulangi...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Suferi

    Suferi verified

    Postingan Bulan ini: 8

    Postingan Tahun ini: 42

    Registered: May 4, 2021

    Suhendi

    Suhendi verified

    Postingan Bulan ini: 1

    Postingan Tahun ini: 11

    Registered: Apr 25, 2022

    Soberi

    Soberi verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 101

    Registered: Dec 8, 2021

    MUH NURCHOLIS

    MUH NURCHOLIS verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 53

    Registered: Oct 13, 2021

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    UB Lakukan Kajian Risiko Bencana di Kepulauan Anambas
    Mahasiswa Teknik Lingkungan Pengabdian Masyarakat di Dusun Brau
    Hadirkan TGB, ITS Ajarkan Maba tentang Moderasi Beragama 
    KKN-T DM Bantu UD Kopi Ledug Buat Sistem Manajemen Mutu Perusahaan

    Rekomendasi

    Kembangkan Potensi Desa, ITS Garap Teaching Industry Desa di Mojokerto
    Mengenal Pupuk Dasar Menanam Cabai Rawit
    Langkah Strategis Dalam Mengembangkan Kampus Kewirausahaan
    Ingin Tau Sejarah AAU ?, Museum Karbol  Dibuka Untuk Umum 
    Kapolri Hadiri Khotmil Qur'an dari Polri untuk Negeri di Ponpes Lirboyo Kediri

    Ikuti Kami